Review Buku : Sejarah Islam yang Hilang

Sejarah Islam yang Hilang Cover Buku

Sejarah Islam yang Hilang Cover Buku

Hallo teman – teman, udah lumayan lama gak posting di blog kesayangan. Kali ini saya mau sharing review buku yang baru aja saya selesai baca. Menurut saya ini buku spesial banget, karena benar – benar menarik penyajiannya. Sehingga gak terasa saya namatin buku ini cuma dalam waktu kurang lebih 1 minggu aja, padahal buku ini total hampir 300 halaman (diluar cover dan daftar pustaka).

Judul bukunya adalah “Sejarah Islam yang Hilang – Menelusuri Kembali Kejayaan Muslim pada Masa Lalu” . Pengarangnya adalah Firas Alkhateeb seorang peneliti sejarah Islam di Universal School. Nah cover buku yang saya tampilkan diatas adalah versi terjemahan bahasa Indonesia, adapun versi aslinya buku ini berjudul “Lost Islamic Story : Reclaiming Muslim Civilisation from the Past”.

Buku versi asli - Lost Islamic Story

Buku versi asli – Lost Islamic Story

Oke deh berikut ini beberapa review dari saya tentang buku ini :

Jalan Cerita

Jadi buku ini menceritakan perjalanan sejarah Islam dari sejak

  • abad pra-Islam,
  • kedatangan Islam melalui Nabi Muhammad SAW,
  • masa Khulafaur Rasyidin,
  • Dinasti Khilafah Islam,
  • Runtuhnya Khilafah Islam berganti dengan Negara Bangsa – Bangsa

Perjalanan yang begitu panjang dikemas dengan sangat menarik, menceritakan kejadian – kejadian penting yang terjadi pada setiap zaman. Buku ini juga menuliskan tokoh – tokoh penting di balik sejarah kejayaan Islam, seperti Khalifah Al-Ma’mun yang memiliki mega proyek perpustakaan terbesar di Baghdad pada saat itu yang dinamai Baitul Hikmah (The House of Wisdom kalau literasi barat menyebutnya).

Begitu juga sejumlah ilmuwan – ilmuwan pada zaman tersebut beserta segenap penemuannya yang menjadi peletak dasar penelitian modern di masa yang akan datang. Begitu juga dengan penaklukan – penaklukan yang terjadi sepanjang sejarah dunia Islam.

Buku ini tidak Arab Sentris. Buku ini menjelaskan penaklukan wilayah – wilayah dari barat ke timur. Dari Spanyol hingga Asia Tengah, Tiongkok, sampai ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Begitu juga dengan kemunduran – kemunduran yang terjadi sepanjang sejarah Islam, seperti penyerbuan Mongol, hilangnya wilayah kekuasaan Islam di Spanyol hingga pembubaran Khilafah terakhir Dinasti Ottoman di Turki. Semuanya disajikan dengan menarik.

Penyajian

Jujurnya buku ini sama sekali tidak memuat gambar – gambar apapun itu, baik tokoh – tokoh, tempat  -tempat bersejarah dan lain sebagainya. Buku ini semuanya full-text, berisi pemaparan deskriptif tidak ada gambar – gambar untuk menunjang deskripsi paragraf.

Tetapi entah mengapa baca buku ini bikin ketagihan. Bahasa yang digunakan benar – benar bahasa modern ala ala jurnalistik modern. Hal ini membuat saya ketagihan baca lembar – per lembar buku ini, sampai akhirnya baru sadar kok tiba – tiba sudah ada di akhir halaman.

Netralitas Penulis

Nah ini yang menurut saya hal yang penting untuk di highlight. Kita tau bersama bahwa sepanjang sejarah Islam, ada banyak peristiwa – peristiwa yang punya potensi perpecahan kalau kita gak hati – hati di dalam menyampaikannya. Contoh bagaimana penulis buku ini menjelaskan konflik yang terjadi di akhir masa Khulafaur Rasyidin, peralihan dari Sayyidina Utsman bin Affan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Kemudian peristiwa Karbala, peperangan yang berimbas pada satu gerakan politik yang kemudian membentuk haluan sendiri di dalam Islam.

Buku ini berupaya menjaga netralitas di dalam penyajian bahasanya. Tidak tendensius kepada salah satu arah, sekalipun harus menyindir, sindiran nya pun sangat halus. Contoh sindiran yang menurut saya ada di buku ini adalah ketika penulis ingin menyoroti kebijakan Sayyidina Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang mengangkat anaknya sendiri Yazid bin Mu’awiyah menjadi Khalifah. Yang kemudian ini merubah tradisi pengangkatan pemimpin dari sebelumnya di ambil lewat musyawarah menjadi ke arah Monarki (politik dinasti).

Keliatannya memang buku ini ditujukan untuk fokus kepada mengembalikan kepercayaan diri umat Islam saat ini, yang dulu pernah mencapai masa gilang gemilang. Sehingga, hal – hal yang sifatnya sensitif dan rentan menimbulkan perpecahan, tidak begitu di ekspos.

Dan bagi beberapa segmen pembaca yang memang fokus kepada sejarah Islamnya, membaca ini menjadi menarik tanpa perlu ikut terlibat di dalam dukung – mendukung konflik sejarah yang pernah terjadi di masa lalu.

Kritik dan Saran

Sungguhpun buku ini sangat menarik untuk dibaca, saya punya masukan agar buku ini lebih enak lagi untuk dibaca. Simple sih, di buku itu menyebutkan tahun tidak konsisten. Kadang – kadang tahun yang ditulis adalah tahun Masehi nya, dan di beberapa bagian menuliskan dalam tahun Hijriah.

Saran saya, untuk tahun di tampilkan kedua – dua versi aja, ketika menulis tahun Masehi dituliskan juga tahun Hijriyah nya. Begitu juga ketika menulis tahun Hijriyah dituliskan juga tahun Masehi nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>