Tunjukilah Kami Jalan yang Lurus

Tunjukilah Kami Jalan yang Lurus,

Aku tulis nasihat ini bagi diriku sendiri, bagi hati yang terkadang lemah dalam beberapa keadaan. Bagi hati yang saat ini agak jarang merenung tentang arti kehidupan. 

Aku baca ayat ini paling sedikit 17 kali dalam sehari semalam. Sedari kecil aku sudah memahami terjemah ayat ini. Mustaqim bukan semata – mata jalan yang lurus. Ia diambil dari kata “Istiqomah” yang berarti kontinuitas.

Mustaqim bermakna “Jalannya orang – orang yang istiqomah”. Adakah diri ini berada di dalamnya ? Istiqomah bukan cerita tentang amalan 1 atau 2 hari. Istiqomah adalah kemampuan kita untuk tetap bertahan dalam kebaikan meskipun keadaan yang kita hadapi tidak selalu ideal.

Terkadang ini tentang resiliency kita. Saya teringan salah satu nasihat dari Abah. Bahwa sabar itu terbagi menjadi beberapa tingkatan.

1. Sabar di dalam menghadapi ujian

2. Sabar di dalam beribadah kepada Allah.

3. Sabar di dalam mengekang diri dari perilaku maksiat.

Bersabarlah wahai hati, aku pun tak pasti ada di level mana aku berada. Bagiku setiap tingkatan tersebut memiliki fluktuasinya masing – masing.

Dalam hal ibadah, terkadang aku merasa giat, tapi ada kalanya rasa malas menguasai diri ini. Agaknya diri ini memang harus mencari mursyid. Guru yang akan membimbing diri ini untuk menata hati.

“Ruku’lah bersama orang – orang yang ruku”

Aku berharap dipertemukan dengan seorang guru yang tawadhu, untuk membimbing diri ini menata hati.

Langkawi International Airport

Perjalanan Pulang LGK – KLIA