Umroh Ramadhan 1436 H – Juni 2015 (bagian 2)

Setelah 5 hari di Madinah, akhirnya kami harus meninggalkan kota Rasulullah SAW. Adapun saya dan rombongan jama’ah umroh berangkat menuju Makkah almukarramah untuk melaksanakan umroh. Berikut ini adalah cerita – cerita selama berada di Makkah almukarramah :

Perjalanan Madinah – Makkah

perjalanan_madinah_ke_mekkah

Perjalanan dari Madinah menuju Makkah kalau saya tidak salah ditempuh selama 7 jam dengan menggunakan bus. Adapun saya dan rombongan telah mengenakan ihram dari hotel di Madinah dan mengambil miqat pertama kami di masjid Bir ‘Ali. Hal yang tidak bisa terlupakan sepanjang perjalanan madinah menuju makkah adalah sepanjang perjalanan tersebut dipenuhi dengan padang batu cadas yang gersang. Tidak ada bukit – bukit yang rimbun dengan pepohonan, yang ada hanya pohon – pohon kering di tengah bebatuan yang cadas.

Dan medan inilah yang dihadapi Nabi SAW ketika hijrah, padang gersang bebatuan dalam tempoh jarak yang jauh ( ratusan kilometer ), ditempuh dengan unta dan hijrah dari tanah kelahiran dalam keadaan dikejar – kejar musuh dan semata – mata hijrah beliau adalah untuk agama ini. Mudah – mudahan dengan perjalanan ini bisa bertambah cinta kita kepada Rasulullah.

Kami sampai di Makkah pada sore hari, menuju hotel terlebih dahulu sambil menunggu waktu berbuka puasa. Lepas maghrib saya dan rombongan bersiap – siap untuk thawaf dan sa’i di masjidil Haram. Jarak hotel tempat saya menginap dengan masjidil haram sekitar 1 km. Dan makkah keadaan nya jauh lebih crowded daripada madinah, dan jalan – jalan di sekitar masjid Al haram memang lebih banyak cabang nya sehingga rentan bagi orang yang mungkin sudah usia lanjut untuk tersasar, jadi saran saya hafalkan jalan dari hotel menuju masjid dan kalau bisa jangan sendirian.

Ibadah selama di Makkah

umroh_selesai_thawaf

Saya dan rombongan berkesempatan untuk menunaikan umroh sebanyak 3 kali, dengan mengambil miqat pertama di Bir ‘Ali, Tan’im, dan Jiranah. Untuk umroh yang pertama kami lakukan pada malam hari selepas maghrib menjelang shalat isya kami berangkat dari hotel. Selepas shalat isya kami mulai melaksanakan thawaf, dan selepas thawaf kami melaksanakan sa’i yang diakhiri dengan bercukur rambut atau tahalul

Sekedar mengingatkan aja, ada common mistake yang kadang – kadang orang lakukan selama ihram. Yaitu untuk pria pusar (perut) harus tertutup sebab pusar adalah aurat, dan juga selama ihram hendaklah lengan kanan dibuka hanya selama thawaf. Adapun pada saat sa’i hendaklah kain ihram menutupi kedua – dua bahu. Itulah penjelasan yang diberikan ustadz kami sebelum memulai thawaf dan sa’i. Adapun pelaksanaan thawaf dan sa’i kurang lebih memakan waktu 1 jam 30 menit tergantung kepadatan mataf atau area tempat tawaf dan area tempat sa’i (bukit safa dan marwah)

Di masjidil haram shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 23 raka’at (include witir) dan pada separuh bulan terakhir pada raka’at witir yang satu dibacakan juga doa qunut sebagaimana biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Dan alhamdulillah pada saat kami disana bertepatan dengan malam 17 Ramadhan atau malam Nuzulul Quran.

museum_dua_masjid_suci

Dan selama di makkah juga kami berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Jabal Rahmah, Padang Arafah dan Mina, dan juga museum dua masjid suci (two holy mosque museum). Dimana pada museum tersebut tersimpan banyak sekali peninggalan – peninggalan dari masjid al haram dan masjid nabawi dari tahun ke tahun.

Selesai melaksanakan umroh yang ketiga, keesokan harinya kami akan pulang ke Jakarta, tetapi sebelum itu tidak lupa kami untuk melakukan thawaf wada’ yakni thawaf perpisahan. Dalam thawaf itu saya sempat memanjatkan doa agar bisa kembali datang ke tempat ini bersama ibu saya untuk melaksanakan haji, mudah – mudahan harapan tersebut bisa segera terkabul.

Kembali ke Jakarta

masjid_terapung_jeddah

Akhirnya kami pun kembali ke Jeddah untuk pulang dan disanalah saya berpisah dengan pembimbing rombongan, ialah ustadz imansyah seorang ustadz yang saya nilai begitu tawadhu dan sabar membimbing jama’ah. Beliau sudah berpuluh – puluh tahun tinggal di Makkah dan mengikuti majelis daripada ulama – ulama tersohor seperti Syaikh Sayyid Muhammad Al – maliki, Syaikh Muhammad Yassin alfadani, sampai sekarang terus mengikuti majelis – majelis tersebut.

dubai_airport

Dan dari Jeddah kami menuju bandara King Abdul Azis menuju Jakarta transit di Abu Dhabi. Mudah – mudahan dengan posting sederhana ini, dapat menginspirasi anda untuk mulai menabung agar dapat berangkat ke tanah suci.

kalau untuk haji mungkin harus menunggu 10 tahun, setidaknya untuk umroh kita bisa mulai menabung, sehingga pada saat umroh kita bisa berdoa meminta agar diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk melaksanakan haji … Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>